BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.
Konsep Dasar Sistem
Dalam
era globalisasi dan semakin meningkatnya perkembangan system teknologi
informasi sehingga hamper semua perusahaan sudah dan mungkin diwajibkan
menggunakan system tersebut baik yang sifatnya masih manual ataupun yang sudah
terkomputerisasi.
2.1.1
Pengertian Sistem
Menurut Davis
dalam Sutabri (2012:6) menyatakan
bahwa “sistem bisa berupa abstrak atau fisik”. Sistem yang abstrak adalah
susunan gagasan-gagasan atau konspesi yang teratur yang saling berhubungan. Sedangkan
sistem yang bersifat fisik adalah sarangkaian unsur yang berkerja sama untuk
mencapai suatu tujuan.
Sedangkan menurut Atmosudirdjo dalam Sutabri (2012:7) menyatakan bahwa “suatu sistem terjadi atas
objek-objek atau unsur-unsur atau komponen-komponen yang berkaitan dan
berhubungan satu sama lainnya sedemikian rupa sehingga unsur-unsur tersebut
merupakan satu kesatuan pemrosesan atau pengolahan yang tertentu”.
Menurut Enger dalam Sutabri
(2012:13) menyatakan bahwa “suatu sistem dapat terdiri atas
kegiatan-kegiatan yang berhubungan, guna mencapai tujuan-tujuan perusahaan
seperti pengendalian inventaris dan penjadwalan produksi”.
Menurut Jimmy L.Goal (2008:9), sistem adalah hubungan satu unit dengan unit-unit
lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak dapat
dipisahkan serta menuju satu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Apabila suatu unit macet atau terganggu, unit lainnya pun akan
terganggu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut.
System didefinisikan oleh
Fredrick H.W.U (2007:56)
sebagai berikut:, “Sistem adalah Suatu sistem beroperasi dan
berinteraksi dengan lingkungannya untuk mencapai sasaran tertentu, suatu sistem
menunjukkan tingkah lakunya melalui interaksi diantara komponen-komponen di
dalam sistem dan diantara lingkungannya”.
Sistem didefinisikan oleh Hartanto (2007:68) sebagai berikut: “Sistem adalah suatu
jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama
untuk melakukan suatu kegiatan atau utnuk menyesuaikan suatu sasaran tertentu”.
Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas
dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem adalah kumpulan bagian-bagian atau sub
sistem-sub sistem yang disatukan dan dirancang untuk mencapai suatu tujuan.
2.1.2
Karakteristik Sistem
Untuk memahami atau mengembangkan
suatu sistem, maka perlu membedakan unsur-unsur dari sistem yang membentuknya.
Berikut adalah karakteristik sistem yang dapat membedakan suatu sistem dengan
sistem lainnya :
1.
Komponen Sistem (Component)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling
berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.
Komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
2.
Batasan Sistem (Boundary)
Penggambaran dari suatu elemen atau
unsur mana yang termasuk di dalam sistem dan mana yang diluar sistem.
3.
Lingkungan Luar Sistem (Environment)
Segala
sesuatu diluar sistem, lingkungan yang menyediakan asumsi, kendala, dan input
terhadap suatu sistem.
4.
Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung sistem
merupakan media penghubung antara suatu sistem dengan subsistem lainnya.
5.
Masukan Sistem (Input)
Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem yang dapat
berupa masukan perawatan (maintenance input) ataupun masukan signal
(signal input).
6.
Keluaran Sistem (Output)
Keluaran adalah hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan
menjadi keluaran yang berguna.
7.
Pengolah Sistem (Process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah
masukan menjadi keluaran.
8.
Sasaran Sistem (Objective)
Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang
pasti dan bersifat deterministik. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran,
maka operasi sitem tidak ada gunanya. Suatu sisitem dikatakan berhasil bila
mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.
2.1.3
Klasifikasi Sistem
Menurut
Sutabri (2012:15) menyimpulkan bahwa
“Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen
lain karna sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi
didalam sistem tersebut”. Oleh karena itu dapat diklasifikasikan dari beberapa
sudut pandang, diantaranya :
1.
Sistem abstrak dan sistem
fisik
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau
ide-ide yang tidak tampak secara fisik.Sedangkan sistem fisik merupakan sistem
yang ada dan tampak secara fisik.
2.
Sistem alamiah dan buatan
manusia
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam.
Sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia.
3.
Sistem tertentu dan sistem
tak tentu
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang
sudah dapat diprediksi.Sedangkan sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi
masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
4.
Sistem tertutup dan sistem
terbuka
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan
dan tidak terpengaruh lingkungan luarnya.Sedangkan sistem terbuka adalah sistem
yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
2.1.4
Komponen Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang
disebut blok bangunan (building block).
Sebagai suatu sistem, blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu
dengan yang lain membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasaran.
1.
Blok masukan (input block)
Input mewakili data yang
masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media
untuk menangkap data berupa dokumen dasar.
2.
Blok model (model Block)
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik
yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3.
Blok keluaran (output block)
Merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi
yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4.
Blok teknologi (technology block)
Teknologi digunakan untuk menerima input,
menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan
keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5.
Blok basis data (database block)
Merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu
dengan yang lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan
perangkat lunak untuk memanipulasinya.
6.
Blok kendali (control block)
Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan
untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun
bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
2.1.5
Sistem Informasi
Manajemen
Sistem
informasi manajemen (management information system) atau sering dikenal
dengan singkatan (mis) merupakan penerapan sistem informasi di dalam
organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua
tingkatan manajemen sim (sistem informasi manajemen) didefinisikan oleh. Jogiyanto
(2008:14)
Menurut Frederick
H. WU “sistem informasi manajemen adalah kumpula dari sistem-sistem yang
menyediakan informasi untuk mendukung.
2.1.6
Analisa Sistem Informasi
Analisa Sistem informasi adalah suatu kegiatan yang di
mulai dari proses awal didalam mempelajari suatu bentuk masalah yang di dukung
oleh perangkat-perangkat unsur yang berfungsi sebagai informasi bagi pihak yang
membutuhkan.
Sistem di dalam suatu organisasi, mempertemukan kebutuhan pengolahan
transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat
manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat
menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
2.2
Peralatan2 Pendukung (Tool System)
Peralatan
pendukung (Tool System)
merupakan alat yang dapat digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model
dari suatu sistem. Adapun Tool system yang
digunakan penulis untuk merancang model system adalah :
2.2.1
Diagram Alir Data (DAD) atau Data Flow Diagran (DFD)
1.
Pengertian DAD
Menurut kendall & kendall (2010:263) “Diagram Aliran Data menggambarkan
pandangan sejauh mungkin mengenai masukan, proses, dan keluaran sistem, yang
berhubungan dengan masukan, proses dan keluaran dari model sistem”.
2.
Simbol Diagram Alir Data (DAD)
Menurut kendall & kendall
(2010:265)
simbol-simbol yang digunakan dalam menggambarkan dalam Diagram Alir Data (DAD) Adalah:
Simbol Diagram
Alir Data (DAD)
a.
Kesatuan luar (Eksternal Entity)
Kesatuan Luar (Eksternal Entitiy) atau Batas
Sistem (Boundary) merupakan entity
dilingkungan luar sistem yang berupa orang atau organisasi atau sistem
lainnya yang akan memberikan input atau
menerima output dari sistem.
b.
Proses (Proccess)
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan
oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk kedalam
proses untuk menghasilkan arus data yang keluar dari proses.
c.
Simpanan Data (Data Store)
Simpanan dari data dapat berupa suatu file atau database
di sistem komputer, catatan manual, kotak tempat data dimeja seseorang, tabel
acuan manual dan agenda atau buku.
d.
Arus Data (Data Flow)
Arus Data menunjukan arus data dari data yang dapat
berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem. Arus data dapat
berbentuk formulir atau dokumen yang digunakan, laporan tercetak, tampilan
layer komputer, masukan untuk komputer, komunikasi ucapan, surat-surat atau
memo, data yang dibaca dan direkamkan kesuatu file, suatu isian yang dicatat
pada buku agenda, transmisi data dari suatu komputer yang lain.
3.
Beberapa langkah di dalam membuat DFD dibagi menjadi tiga, yaitu:
a.
Diagram Konteks
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber atau
tujuan data yang akan diproses atau untuk mengambarkan sistem secara umum atau
global dari keseluruhan sistem yang ada.
b.
Diagram Nol
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan tahapan proses
yang ada di dalam diagram konteks, yang penjabarannya secara lebih terperinci.
c.
Diagram Detail
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan arus secara lebih
mendetail lagi dari tahapan proses yang ada di dalam diagram nol.
4.
Aturan main yang baku dan berlaku dalam penggunaan DFD adalah:
Menurut kendall & kendall (2010:272) di dalam pembuatan DAD terdapat
aturan ketentuan yang berlaku adapun aturan dalam pembuatan diagram dalam arus
data adalah:
a.
Tidak boleh menghubungkan
antara external entity dengan external entity lainnya secara langsung.
b.
Tidak boleh menghubungkan
antara data store dengan data store lainnya secara langsung.
c.
Tidak boleh menghubungkan data
store dengan external entity secara langsung.
d.
Setiap proses harus ada data
flow yang masuk dan ada juga data flow yang keluar.
e.
Aliran data
tidak boleh terbelah menjadi dua atau lebih aliran data yang berbeda
2.2.2
Kamus Data
1.
Pengertian Kamus Data
Menurut Kristanto (2008:72), mendefinisikan kamus
data adalah “Kumpulan elemen-elemen atau simbol-simbol yang digunakan untuk
membantu dalam penggambaran atau pengidentifikasian setiap field atau
file di dalam sistem”. Bisa dikatakan bahwa kamus data merupakan tempat penyimpanan semua struktur dan elemen data yang ada pada sistem. Juga sebagai katalog untuk mengetahui detail data seperti sumber dan tujuan data, deskripsi, bentuk dan struktur dari data. Kamus data dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir pada sistem.
file di dalam sistem”. Bisa dikatakan bahwa kamus data merupakan tempat penyimpanan semua struktur dan elemen data yang ada pada sistem. Juga sebagai katalog untuk mengetahui detail data seperti sumber dan tujuan data, deskripsi, bentuk dan struktur dari data. Kamus data dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir pada sistem.
2.
Parameter Kamus Data
Menurut Kristanto (2008:74), Kamus data harus dapat
mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatat. Adapun isi kamus
data adalah:
Kamus data harus memuat
hal-hal sebagai berikut :
a.
Arus Data
Arus data menunjukan dari mana data mengalir dan kemana
data akan menuju. Fungsinya untuk memudahkan mencari arus data di dalam Data
Flow Diagram (DFD).
b.
Nama Arus Data
Karena kamus data dibuat berdasarkan
arus data yang mengalir di Data Flow Diagram (DFD),maka nama dari arus
data juga harus dicatat di kamus data.
c.
Tipe Data
Data yang mengalir biasanya dalam bentuk laporan serta
dokumen hasil cetakan komputer.Dengan demikan bentuk dari data yang mengalir
dapat berupa dokumen dasar atau formulir. Dokumen hasil cetakan komputer,
laporan tercetak, tampilan layar monitor, variabel, parameter dan field-field.Bentuk
data tersebut disebut tipe data.
d.
Struktur Data
Struktur data menunjukan arus data yang dicatat pada
kamus data yang terdiri dari item-item atau elemen-elemen data.
e.
Alias
Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama
yang berbeda untuk orang atau departemen yang satu dengan yang lainnya.
f.
Volume
Volume yang dicatat berupa volume rata-rata dan volume
puncak dari arus data.Volume rata-rata menunjukan banyaknya arus data yang
mengalir dalam satu periode tertentu.Sedangkan volume puncak menunjukan volume
yang terbanyak.
g.
Periode
Periode menunjukan kapan terjadinya arus data. Fungsinya
untuk mendefinisikan kapan output data harus dimasukan ke dalam sistem, kapan
proses program harus dilakukan dan kapan laporan-laporan dihasilkan.
h.
Penjelasan
Untuk lebih
memperjelas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat dikamus data, maka
bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan tentang arus data.
3.
Notasi Kamus Data
Selain
hal-hal tersebut diatas, kamus data juga mempunyai suatu bentuk untuk
mempersingkat arti atau makna dari simbol yang dijelaskan, yang disebut notasi.
Notasi yang digunakan
dibagi dua macam yaitu :
a. Notasi Tipe Data
Notasi ini dibuat untuk membuat spesifikasi format
input maupun output dari suatu
data.Notasi yang digunakan antara lain :
Tabel II.1.
Notasi Tipe Data
NOTASI
|
ARTI
|
X
|
Setiap karakter
|
9
|
Angka numeric
|
A
|
Karakter alphabet
|
Z
|
Angka nol ditampilkan sebagai spasi kosong
|
.
|
Sebagai pemisah ribuan
|
,
|
Sebagai pemisah pecahan
|
-
|
Sebagai tanda penghubung
|
/
|
Sebagai tanda pembagi
|
Sumber:
Kendall & Kendall (2010:344)
b. Notasi Struktur Data
Notasi ini digunakan untuk membuat spesifikasi elemen
data.Notasi yang umum digunakan antara lain:
Tabel II.2.
Notasi Struktur Data
NOTASI
|
ARTI
|
=
|
Terdiri dari
|
+
|
And (dan)
|
()
|
Pilihan (boleh Ya atau Tidak)
|
{}
|
Iterasi (pengulangan proses)
|
[]
|
Pilih salah satu pilihan
|
|
|
Pemisah pilihan didalam tanda []
|
*
|
Keterangan atau catatan
|
@
|
Petunjuk (key field)
|
Sumber: Kendall
& Kendall (2010:338)